Modal Uang Saja Tidak Cukup: Berikut Hal yang Harus Dimengerti Sebelum Berbisnis

Kini, memiliki bisnis sendiri menjadi hal yang mulai banyak dilakukan masyarakat. Pelakunya pun dari berbagai kalangan, termasuk dari generasi usia belasan. Kamu juga tentu sudah sering mendengar bukan, pemberitaan di media tentang pengusaha sukses di usia yang masih belia? Sebut saja Yasa Singgih, Bong Chandra, Andi Nata, dan banyak lainnya.

tips bisnis

Banyak Peluang dan Panjang Perjalanan

Bisnis yang dilakukan pun beragam. Mulai dari bisnis kuliner, properti, pakaian, teknologi, produk handmade, hingga jasa seperti mencuci sepatu pun memiliki peluang yang sama besarnya. Apalagi mengingat laju modernitas yang semakin cepat, hal-hal yang dulu terlihat kurang menjanjikan untuk dijadikan bisnis kini justru sebaliknya.

Akan tetapi, sukses berbisnis tentu tidak semudah itu diraih. Setiap pengusaha sukses pun tentu pernah mengalami hari-hari buruk dalam perjalanan mereka mencapai puncak. Hari-hari buruk ini juga tidak jarang berlangsung dalam jangka tahunan.

Berbisnis Bukan Hanya Sekadar Modal Uang

Seperti kata Billy Boen, kamu tidak harus menjadi tua untuk menjadi sukses. Karena itu, selagi ada kesempatan, cobalah untuk berani melangkah dan berjuang.

Yang perlu diingat, uang bukanlah satu-satunya modal yang kamu perlukan untuk melakukan bisnis. Selain materi, berikut hal-hal yang harus kamu pahami dan lakukan sebelum berbisnis.

1. Miliki Mental Pejuang

Bill Gates, Steve Jobs, Walt Disney, Chairul Tanjung, Bob Sadino, dan sederet nama terkenal di dunia bisnis lainnya memiliki kisah yang berbeda. Tetapi, satu kesamaan mendasar yang mereka miliki adalah mental pejuang. Merintis usaha dari nol dan tidak pantang menyerah ketika gagal adalah faktor utama yang mengantarkan mereka pada puncak kejayaan.

Orang-orang ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadi sosok yang sangat menginspirasi seperti sekarang. Hanya sangat sedikit orang yang diberkahi keberuntungan dan kesuksesan cepat seperti Mark Zuckerberg.

Karena itu, jika dalam perjalanan kamu menemukan kesulitan, jangan berkecil hati. Jangan mudah untuk segera membalikkan badan saat menemui tembok atau justru memaksa berlari menembusnya, melainkan lompatilah tembok penghalang itu. This is not about work harder; it is about work smarter.

2. Kuasai Dunia Usaha yang Dilakukan

Setiap orang berhak untuk melakukan bisnis apa pun. Karena itu, persaingan pun menjadi semakin ketat. Terlebih jika kamu sebagai pemain baru ingin berkecimpung di pasar yang sudah dipenuhi kompetitor, tentu tantangannya menjadi lebih berat.

Kendati begitu, bukan berarti peluangmu menjadi tertutup. Ingat, peluang bukanlah sesuatu yang diberikan, melainkan sesuatu yang kamu ciptakan sendiri.

Kuasai dengan baik bisnis yang kamu lakukan. Pelajari bagaimana tren pasar dan apa saja yang sudah dan belum dilakukan oleh kompetitor. Kamu tentu perlu melakukan riset mendalam soal ini. Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan produk yang memiliki keunikan dan menjadi added value tersendiri. Selain itu, kamu juga perlu belajar dari mereka yang sudah lebih ahli di bidang usaha yang kamu lakoni.

3. Buat Target Bertahap yang Realistis

Segalanya dimulai dari mimpi. Selagi kamu tidak harus membayar retribusi untuk bermimpi, maka bermimpilah sebesar mungkin.

Yang perlu diingat, tetaplah realistis. Masih berkaitan dengan poin nomor satu, semua memiliki fase perjalanan masing-masing. Untuk mencapai goal terbesar, kamu harus menciptakan goal-goal kecil sebagai anak tangganya.

Jadilah realistis. Buat target jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah dan fokus dalam mencapai target. Kamu pun dapat mengukur sendiri kemampuan dan lebih gampang untuk melakukan evaluasi.

4. Berpikiran Terbuka

Memiliki prinsip dan konsistensi memang sangat penting dan dibutuhkan. Akan tetapi di zaman sekarang, fleksibilitas adalah hal yang tidak bisa kamu elak. Semakin cepatnya ritme permintaan di pasar akan membuatmu jauh tertinggal sebelum akhirnya menjadi jatuh.

Menjadi fleksibel dan terus berinovasi adalah kunci lain yang harus kamu pahami dan lakukan. Sebagai contoh, tidak sedikit perusahaan besar yang justru tumbang lantaran jemawa. Sederetan perusahaan sekelas BUMN pun mengalaminya, seperti maskapai Merpati, pabrik kertas PT. Leces, dan PT. Industri Soda.

Oleh karena itu, jangan takut untuk melakukan pivot pada skema bisnis yang kamu jalankan. Dengan menggunakan konsep bisnis model kanvas, apabila kamu menemukan hal yang memang harus diubah pada saat melakukan riset, jangan ragu untuk melakukannya.

5. Perluas Relasi

Siapa pun setuju bahwa relasi adalah faktor yang memberi pengaruh besar dalam meniti kesuksesan dalam berbisnis. Jangankan untuk melakukan bisnis, kamu juga tentu sudah mengalami bukan, keuntungan memiliki banyak teman di kehidupan sehari-hari?

Tidak hanya memberi keuntungan secara materi, kebaikan nonmateri pun bisa kamu dapatkan dari banyaknya relasi. Setidaknya, kamu bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dari kisah mereka yang dapat diterapkan dalam menjalankan bisnis.

6. Berdoa

Bagaimanapun, yang bisa kamu lakukan adalah terus berusaha semaksimal mungkin. Dengan optimisme dan dedikasi yang tinggi, niscaya kamu akan mudah menjemput kesuksesan. Mindset positif seperti ini harus kamu pertahankan. Bahkan Warrenn Buffet, seorang investor tersukses di dunia sekaligus pengusaha penah berkata, “I always knew I was going to be rich.” Berkat keyakinan itu, kini seluruh dunia mengakui kesuksesannya.

Di samping usaha yang maksimal, jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan. Faktor X yang satu ini tidak terelakkan lagi pengaruhnya. Berdoalah agar kamu selalu dimudahkan menemukan jalan yang menuntunmu mencapai mimpi dan senantiasa dijauhkan dari keburukan yang hanya akan merugikan.

Siapa bilang uang hanya satu-satunya modal yang diperlukan untuk melakukan bisnis? Tanpa enam hal di atas, kesuksesan dalam berbisnis akan sangat susah untuk kamu capai. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *